Entity Relationship Diagram (Erd)

Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam database berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD dalam bentuk gambar atau simbol yang mengidentifikasi tipe dari entitas di dalam suatu sistem yang diuraikan dalam data dengan atributnya, dan menjelaskan hubungan atau relasi diantara entitas tersebut (Mulyanto, 2008).
ERD dibuat untuk menggambarkan atau membuat model suatu database dengan diagram yang sederhana sehingga memudahkan dalam membuat sebuah database yang kompleks maupun yang sederhana. Dengan ERD ini juga akan memudahkan pengguna dalam hal ini orang yang merancang database tersebut dalam membuat perubahan didalam database jika sewaktu-waktu terjadi. Banyak tools perancangan basis data menggunakan konsep ini.


Ada sejumlah konvensi mengenai Notasi ERD. Notasi klasik sering digunakan untuk model konseptual. Berbagai notasi lain juga digunakan untuk menggambarkan secara logis dan fisik dari suatu basis data, salah satunya adalah IDEF1X. Contoh ERD ditunjukkan pada Gambar berikut :


Gambar Contoh Entity Relationship Diagram (ERD)

1. Komponen Penyusun ERD
Salah satu cara dalam pemodelan ERD adalah harus membuat gambar simbol dan beberapa notasi yang menunjukkan makna desain ERD yang terdiri dari Entitas, Atribut, dan juga Relasi.
  1. Entitas. Entitas atau Entity merupakan suatu objek unik dan dapat diwujudkan ke dalam basis data. Dalam proses visualisasi ERD, simbol entitas biasanya diwujudkan dalam bentuk persegi panjang dalam posisi horizontal.
  2. Atribut. Atribut berfungsi untuk memberikan informasi yang lebih rinci mengenai entitas, hal ini dikarenakan setiap entitas memiliki elemen yang berfungsi memberikan deskripsi karakteristik. Atribut digambarkan dengan simbol elips.
  3. Relasi. Relasi atau Relationship (hubungan) adalah pola yang dipergunakan dalam ERD dalam menghubungkan antar entitas, umumnya digambarkan dalam bentuk garis lurus di mana kedua ujungnya menyentuh simbol-simbol entitas sebagai tanda penghubung.
Komponen – komponen lebih lengkap mengenai ERD ditunjukkan pada Gambar sebagai berikut.


Gambar Notasi ERD

2.Contoh penerapan ERD
Penerapan ERD ditunjukkan pada dibawah. Gambar tersebut menjelaskan mengenai hubungan entitas mahasiswa yang mengambil KRS berdasarkan sajian mata kuliah.


Contoh Penerapan Entity Relationship Diagram (ERD)

Umumnya urutan metodologi ERD dapat dijelaskan secara singkat pada tabel berikut :

1 Penentuan entitas Menentukan peran, kejadian, lokasi, dan konsep bagaimana menggunakan penyimpanan data
2 Penentuan relasi Menentukan hubungan antar-pasangan entitas dengan matriks relasi
3 Gambar ERD sementara Entitas digambarkan dengan kotak, sedangkan relasi digambarkan dengan garis
4 Isi kardinalitas Menentukan banyaknya kejadian suatu entitas untuk kejadian entitas yang berhubungan
5 Penentuan primary key Menentukan atribut yang digunakan untuk mengidentifikasikan satu dan hanya satu kejadian pada setiap entitas
6 Penggambaran ERD berdasarkan kunci Menghilangkan relasi many to many dan memasukkan primary dan kunci tamu pada masing-masing entitas
7 Penentuan atribut Menentukan field-field yang diperlukan sistem
8 Pemetaan atribut Memasangkan atribut dengan entitas yang sesuai
9 Penggambaran ERD dengan atribut Mengatur ERD dari langkah 6 dengan menambahkan entitas atau relasi yang ditemukan pada langkah 8
10 Periksaan atau evaluasi hasil ERD sudah menggambarkan sistem yang akan dibangun atau belum
Sumber:
  • H W Herwanto.2016.Sumber Belajar Penunjang PLPG 2016 Mata Pelajaran/Paket Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak : Bab XV-ER Diagram. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan
  • http://www.infokah.com/cara-membuat-erd-tahapan-dan-studi-kasus/ : Cara Membuat ERD Tahapan dan Studi Kasus.
  • http://ruherdi.blogspot.co.id/2013/06/kardinalitas-dalam-erd.html: Kardinalitas Dalam ERD.
  • https://www.academia.edu/5734373/Dfd_erd_kardinalitas_normalisasi_.DOC?auto=download: Behavior Models, Specifying User’s Expectations, Oleh Kowal, James
Share:

Model Data

Model Data, yaitu sekumpulan cara/perkakas/tool untuk mendeskripsikan data-data, hubungan satu sama lain, semantiknya serta batasan konsistensinya. Terdapat beberapa model basis data, diantaranya yaitu model hirarki, model jaringan, model relasional dan model berorientasi objek. Model-model tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

1. Model Basis Data Hierarki
Model basis data hierarki adalah model basis data yang menyerupai bentuk pohon dari atas ke bawah. Lapisan paling atas adalah induk bagi lapisan yang berada di bawahnya yang disebut anak. Struktur pohon mewakili model hierarki pada penyimpanan komputer. Lapisan anak/ bawah hanya boleh memiliki satu lapisan induk yang ditunjukkan pada Gambar berikut :


Gambar Struktur Model Basis Data Hierarki (Darmawiguna, 2014)

Keuntungan dari model hierarki ini, yaitu :
  • Dari segi konseptual model ini adalah model yang sederhana Keamaan basis data terjamin
  • Pengaturan terhadap integritas data mudah dilakukan
  • Lebih efisien apabila digunakan untuk basis data berskala besar
Model hierarki juga memiliki kekurangan dalam implementasinya. Kekurangan dari model ini, adalah :
  • Implementasi sangat rumit
  • Pengelolaan yang sukar
  • Terjadi redudancy data

2. Model Basis Data Jaringan
Model basis data jaringan merupakan pengembangan dari model hierarki. Dalam model ini record-anak dapat memiliki lebih dari satu record induk. Sehingga antara record –anak dan record-induk terdapat penghubung yang dapat bekerja secara searah ataupun dua arah.Kelebihan dari model ini , yaitu :
  • Dapat menangani lebih banyak macam relasi dibandingkan dengan model hierarki
  • Akses data lebih fleksibel
  • Lebih mudah menangani data yang kompleks
  • Akses data lebih cepat
  • Mudah membentuk query yang kompleks untuk keperluan retrieve data
  • Meningkatkan integritas basis data
Model jaringan juga memiliki kelemahan mengenai beberapa hal. Kelemahan tersebut, yaitu :
  • Modifikasi struktur basis data sulit dilakukan
  • Sistem lebih rumit
  • Perubahan struktur basis data yang telah terdefinisi akan berpengaruh terhadap program yang mengakses basis data
Berikut merupakan gambaran dari model jaringan yang ditunjukkan pada Gambar dibawah :


Gambar Struktur Model Basis Data Jaringan (Darmawiguna, 2014)

3. Model Basis Data Relasional
Model basis data relasional adalah model basis data yang sering digunakan. Model ini memiliki prinsip yang didasarkan pada teori-relasional. Berkas data digambarkan dengan tabel dua dimensi yang memiliki baris dan kolom. Tabel dapat membuat relasi dengan tabel lain dengan menggunakan kunci. Gambaran model relasional ditunjukkan pada Gambar berikut :


Gambar Struktur Model Basis Data Relasional (Darmawiguna, 2014)

Kelebihan model relasional , yaitu :
  • Data sangat cepat diakses
  • Mudah melakukan perubahan terhadap struktur basis data
  • Data dipresentasikan secara logis
  • Mudah dalam mengimplementasikan integritas data
  • Data lebih akurat
  • Sudah menggunakan structure query language (SQL)
Kekurangan dari model ini, yaitu :
  • Pada tabel yang berbeda harus dilakukan joined untuk retrieve data
  • Pengguna harus memahami struktur dan prinsip kerja SQL
  • Pengguna harus memahami relasi antar tabel

4. Model Basis Data Berbasis Objek
Model basis data dimana data didefinisikan, disimpan dan diakses menggunakan pemrograman berorientasi objek (Darmawiguna, 2014). Prinsip dari model basis data ini adalah adanya encapsulasi pada setiap data dimana data diibaratkan sebagai objek yang berada dalam kapsul masing-masing sehingga objek satu dengan yang lain saling terpisah. Model ini didefinisikan dengan menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek yaitu bahasa Java. Gambaran model basis data berorientasi objek ditunjukkan pada Gambar :


Gambar Struktur Model Basis Data Berorientasi Object (Darmawiguna, 2014)

Kelebihan dari model basis data berorientasi objek, yaitu :
  • Programmer hanya perlu memahami konsep orientasi objek untuk dapat menggabungkan konsep orientasi objek dengan basis data relasional
  • Sifat pewarisan dapat diterapkan dari satu objek ke objek lain, sehingga lebih efisien
  • Model data berorientasi objek lebih kompatibel dengan pemrograman berorientasi objek
Kekurangan model basis data berorientasi objek, yaitu pengguna harus memahami konsep orientasi objek. Hal ini dikarenakan metode ini tidak dapat digunakan pada metode pemrograman tradisional
Share:

Cara Pandang (Abstraksi) Data

Pada dasarnya pengguna system basis data adalah orang-orang yang tidak/kurang terlatih di bidang teknologi computer, pengembang seharusnya menyembunyikan kompleksitas system dari pengguna. Ini bias dilakukan dengan menyediakan beberapa peringkat abstraksi yang bertujuan untuk menyederhanakan interkasi penggunan dengan system. Beberapa peringkat abstraksi adalah sebagai berikut :
  1. PERINGKAT FISIK. Peringkat terendah dari yang mendeskripsikan bagaimana data sesungguhnya disimpan dalam media penyimpanan fisik seperti hardisk, pita magnetic dan sebagainya. Peringkat fisik mendeskripsikan struktur data peringkat rendah yang kompleks secara terperinci, misalnya struktur data yang digunajan, pola representasi bit yang digunakan dan sebagainya.
  2. PERINGKAT LOGIKA. Peringkat logika adalah Abstraksi yang mendeskripsikan data yang disimpan di basis data dan hubungan di antara data-data tersebut; serta mendeskripsikan basis data dengan struktur yang relative sederhana.
  3. Pada peringkat ini, pengguna tidak perlu mengetahui kerumitan dari struktur fisik yang kompleks.
  4. PERINGKAT PENGGUNA. Peringkat pengguna menyederhanakan interaksi pengguna dengan system. Peringkat pengguna yang sering dijumpai adalah antarmuka pengguna grafis (Garphical User Interface/GUI) pada perangkat lunak aplikasi basis data.

Gambar. Tiga Peringkat Abstraksi Data

Share:

Hierarki Basis Data

Arsitektur basis data merupakan serangkaian pengetahuan tentang pemodelan data. Pengetahuan tentang File, table, field, record indeks, abstraksi data dan serangkaian konsep yang digunakan untuk membuat diskripsi struktur basis data. Melalui diskripsi Struktur basis data dapat ditentukan jenis data, hubungan dan konstrain (keterbatasan) data yang ditangani. Dalam basis data, data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut:
  • Elemen (kolom atau field) data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Misalnya data siswa terdiri dari NIS, Nama, Alamat, Telepon atau Jenis Kelamin.
  • Rekaman (record) merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari record adalah baris atau tupel.
  • Berkas(file) adalah himpunan seluruh record yang bertipe sama
Struktur hirarki sebuah database dapat digambarkan dalam diagram hirarki sebagai berikut :


Gambar Struktur Hirarki Sistem Basis Data


Gambar Struktur Penyimpanan File dan Table dalam Basis Data

Share:

Sejarah Perkembangan Basis Data


Share:

Keunggulan Penggunaan DBMS

1) Kemandirian Program dan Data
Pemisahan deskripsi data (metadata) dari program aplikasi yang menggunakan data tersebut dinamakan kemadirian data (data independence). Dengan pendeaktan basis data, deskripsi data disimpan di lokasi terpusat yang dinamakan repository. Karakteristik system basis data ini mengizinkan organisasi data berubah (sampai batas-batas tertentu) tanpa mempengaruhi program aplikasi yang memproses data tersebut (tidak memerlukan pemrograman ulang/reprogramming).
2) Mengurangi Pengulangan Data (Redudansi) yang tidak perlu.
Sasaran perancangan dengan pendekatan basis data adalah menyatukan berkas-berkas data pada suatu struktur logika yang tunggal. Setiap fakta primer direkam hanya pada satu tempat di basis data. Misalny, dari contoh di atas, IP seorang mahasiswa hanya tersimpan pada table mahasiswa. Pendekatan basis data tentu saja tidak menghilangkan redudansi data sama sekali, tetapi mengizinkan perancang secara hati-hati mengendalikan redudansi. Sebagai contoh (gambar 1.4), setiap NIM pada table Pengambilan MataKuliah harus berpasangan dengan NIM pada table Mahasiswa. Hal ini menegaskan bahwa ada relasi antara table mahasiswa dan table Pengambilan MataKuliah.
3) Memperbaiki Konsistensi Data.
4) Memperbaiki Kesempatan Berbagi Data (Data Sharing).
5) Menambah Produktivitas Pengembangan Program Aplikasi.
6) Memaksakan Standar.

Share:

Karakteristik Pendekatan Basis Data

Cara Pandang Data
Pada dasarnya pengguna system basis data adalah orang-orang yang tidak/kurang terlatih di bidang teknologi computer, pengembang seharusnya menyembunyikan kompleksitas system dari pengguna. Ini bias dilakukan dengan menyediakan beberapa peringkat abstraksi yang bertujuan untuk menyederhanakan interkasi penggunan dengan system. Beberapa peringkat abstraksi adalah sebagai berikut :

1) PERINGKAT FISIK. Peringkat terendah dari yang mendeskripsikan bagaimana data sesungguhnya disimpan dalam media penyimpanan fisik seperti hardisk, pita magnetic dan sebagainya. Peringkat fisik mendeskripsikan struktur data peringkat rendah yang kompleks secara terperinci, misalnya struktur data yang digunajan, pola representasi bit yang digunakan dan sebagainya.
2) PERINGKAT LOGIKA. Peringkat logika adalah Abstraksi yang mendeskripsikan :
  • data yang disimpan di basis data dan hubungan di antara data-data tersebut.
  • Basis data dengan struktur yang relative sederhana
Pada peringkat ini, pengguna tidak perlu mengetahui kerumitan dari struktur fisik yang kompleks.
3) PERINGKAT PENGGUNA. Peringkat pengguna menyederhanakan interaksi pengguna dengan system. Peringkat pengguna yang sering dijumpai adalah antarmuka pengguna grafis (Garphical User Interface/GUI) pada perangkat lunak aplikasi basis data.

Gambar. Tiga Peringkat Abstraksi Data

Share:

Popular Posts

Featured Post

Praktikum Basis Data

Untuk mencapai kompetensi yang diinginkan, siswa (orang yang mempelajari basisdata) diharapkan bisa menyelesaikan beberapa materi praktikum ...

Blog Archive

Mengenai Saya

Foto saya
Cimahi, Jawa Barat, Indonesia

Recent Posts